Laskar Hijau penjaga kelestarian Taman Kota

Aside Posted on Updated on


Menjadi seorang penjaga kelestarian dan kebersihan taman memang bukanlah pekerjaan impian. Tidak sedikit orang yang meremehkan pekerjaannya, tapi itu tidak membuat para laskar hijau ini berkecil hati. Kurangnya kepedulian pengunjung akan lingkunganlah yang kadang suka membuat sedih para laskar hijau, mereka mengharapkan agar para pengunjung taman juga ikut menjaga taman agar terciptanya kenyamanan untuk semua.

[kembali ke tamanku]

Advertisements

Ancol kantongi Indonesia Green Award 2015

Aside Posted on Updated on


Ancol merenima penghargaan Indonesia Green Award 2015
Ancol merenima penghargaan Indonesia Green Award 2015

Berkat program pengelolaan sampah terpadu “Ancol Zero Waste” yang di buat pada 22 Juni 2012, Ancol raih Indonesia Green Award pada 4 Juni 2015 di Hotel Indonesia Kempimksi, Jakarta.

Mmelalui program ini Ancol telah berhasil mengurangi bebas sampahnya sebanyak 25% untuk tidak dibuang ke Bantar Gebang kendati proses pemulihan sampah ini masih dalam tahap uji coba. Sampah-sampah yang sementara ini di olah adalah berasalah dari Atlantis Water adveture dan Dunia Fantasi, dengan harapan akan terus dikembangkan lagi dan mengolah sampah dari titik-titik lainnya di Ancol.

Hasil dari sampah yang telah diolah akan berubah menjadi pupuk kompos yang kemudian digunakan untuk menyuburlan tanaman, sedangkan dengan limbah pelastik dipress dan akan didaurulang yang kemudian di manfaatkan sebagai bahan baku untuk memproduksi merchandise Dufan. Dengan demikian semua yang dihasilkan oleh sampah ini dapat dimanfaatkan kembali.

Pengoperasian kegiatan pengolahan limbah ancol dilakukan oleh peduduk sekitar, jadi mereka merasa pula diuntungkan oleh adanya program Ancol Zero Waste.

[kembali ke pulauku]

KM Laut Bersih untuk laut bersihku

Aside Posted on Updated on


Diluncurkannya armada-armada laut untuk membersihkan perairan sekitar Kepulauan Seribu Jakarta oleh Dinas kebersihan DKI Jakarta sejak tahun 2014 lalu adalah sebagai salah satu bukti konkrit bahwa Pemerintah Jakarta tidak main-main soal program mereka untuk menjadikan Jakarta yang lebih bersih.

KM Laut Bersih 23, Pulau Pramuka. RIDHO AKBARI

Inilah salah satu armadanya, kapal motor (KM) kecil jenis katamaran yang dilengkapi dengan dua mesin tempel berkekuatan 80 pk aktif bergerak mencari sampah sepanjang pagi hingga sore hari. Seperti yang ada di Kelurahan Pulau Panggang, yang wilayahnya mencakup tiga pulau yaitu Pulau Pramuka, Pulau Panggang, dan Pulau Karya.

Untuk menjaga kebersihan ketiga pulau ini di terjunkan 2 kapal yang masing-masing dengan satu orang kapten yang juga sekaligus bekerja sebagai nahkoda kapal.

Setelah satu tahun berjalan para pekerjanya sudah mulai hafal dengan jenis-jenis sampah. Contohnya, di musim penghujan mereka harus siap-siap dengan membeludaknya sampah pelastik yang terbawa oleh arus banjir dari dalam kota.

Galeri Foto

Posted on Updated on


Peraturan

Posted on Updated on


Beberapa Peraturan terkait kebersihan lingkungan:

Perda Provinsi DKI Jakarta No.3 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah

Larangan terkait pembuangan sampah terdapat pada Bab XXI pasal 126 yang berisi:

Setiap orang dilarang:

a. membuang sampah ke TPST dan TPA di luar jam 06.00 WIB sampai dengan jam 21.00 WIB;

b. membuang sampah ke sungai/kali/kanal, waduk, situ dan saluran air limbah;

c. membuang sampah di jalan, taman dan tempat umum;

d. membuang sampah ke TPST atau TPA tanpa izin;

e. membakar sampah yang mencemari lingkungan;

f. memasukkan dan/atau membuang sampah ke daerah;

g. membuang, menumpuk, menyimpan sampah atau bangkai binatang di jalan, jalur hijau, taman, sungai, kali, kanal, saluran air, fasilitas umum, fasilitas sosial dan tempat lainnya yang sejenis;

h. membuang sampah dari kendaraan; i. membuang sampah ke TPS menggunakan kendaraan bermotor;

j. mengeruk atau mengais sampah di TPS kecuali oleh Petugas Kebersihan untuk kepentingan dinas;

k. membuang sampah diluar tempat/lokasi pembuangan yang telah ditetapkan; l. mengelola sampah yang menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan;

m. mengangkut sampah dengan alat pengangkutan bukan peruntukan angkut sampah; dan/atau

n. menggunakan badan jalan sebagai TPS.

Sanksi administratif berlaku bagi pihak-pihak yang melanggar Perda No.3/2013 ini diatur di Bab XXII Pasal 127 – 133. Pihak-pihak tersebut meliputi perorangan, pengelola kawasan pemukiman, pengelola fasilitas umum/sosial/lainnya, pengembang bangunan dan pengelola pusat perbelanjaan/toko modern/pasar. Buka Perda No.3/2013 tentang Pengelolaan Sampah

Taman Menteng dari Waktu ke Waktu

Posted on Updated on


Kawasan Menteng cukup terkenal sebagai kawasan yang memiliki banyak taman, diantaranya Taman Suropati, Taman Lawang, Taman Ceut Mutia dan Taman Menteng. Taman Menteng yang sekarang menjadi pilihan banyak warga Jakarta untuk bersantai, ternyata dulunya adalah Stadion Menteng yang terkenal sebagai markas tim sepak bola Persija.

Stadion Menteng. Credited by Jakarta Kita
Stadion Menteng. Credited by Jakarta Kita

Taman yang berdiri di atas lahan seluas 30 hektar ini memiliki sejarah yang cukup menarik. Taman menteng merupakan taman yang sudah beralih fungsi yang dulunya dikenal dengan Stadion Menteng sekarang menjadi Taman Menteng. Dalam peralihan fungsinya, banyak kecaman dan penolakan dari berbagai pihak. Salah satu alasannya adalah karena awalnya keberadaaan stadion yang berumur 84 tahun itu bertujuan sebagai resapan air di Jakarta Pusat, dengan adanya peralihan fungsi dengan desain awal taman yang menghadirkan parkiran bawah tanah tersebut terlihat jelas akan merusak resapan air di kawasan tersrebut.

Akhirnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mengesahkan  tanah tersebut ke Badan Pertahanan Nasional pada tahun 2001 dan pembongkaran dilakukan pada tanggal 26 Juli 2006 oleh pihak Satpol PP yang dibantu oleh pihak kepolisian dan TNI.

Taman Menteng, Credited by GarudaMagazine
Taman Menteng, Credited by GarudaMagazine

Setelah itu dibangunlah taman yang memiliki banyak fasilitas akan tetapi tidak merusak resapan air, taman tersebut sekarang dikenal dengan nama Taman Menteng. Taman Menteng merupakan taman yang memiliki 44 resapan sumur yang membantu penyerapan air, selain itu Taman Menteng juga memiliki 30 spesies tanaman berbeda dan berfasilitas lengkap, diantaranya adalah adanya taman bermain untuk anak-anak, lapangan futsal dan basket. Diharapkan taman ini kedepannya akan menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang nyaman dan bersih untuk dinikmati warga Jakarta.

[kembali ke menu Tamanku]

Pengerukan Kali Pesanggrahan

Posted on Updated on


Kali Keuangan Di Pesanggrahan Dikeruk
Pengerukan kali di Jl. Swadarma Raya

Kali Pesanggrahan mengalir dari Kabupaten Bogor, Kota Depok, Jakarta Selatan, hingga akhirnya ke Tangerang, Banten. Jalur sungai semakin menyempit akibat pemanfaatan lahan sungai yang dilakukan penduduk secara liar. Kondisi kali sangat memprihatinkan dan juga tercemar logam berat seperti timah hitam, air raksa, dan kromium hexavalen. Dangkalnya kali Pesanggrahan akibat tumpukan sampah menjadi salah satu penyebab banjir yang tidak mampu menampung debit air ketika hujan turun.

Pada November 2012, kali Pesanggrahan meluap dengan ketinggian 1,5 meter dan merendam perumahan penduduk yang berlokasi rendah di wilayah Ulujami dan Petukangan Selatan. Setiap tahunnya, pemukiman penduduk di wilayah rendah ini selalu terkena dampak banjir ketika hujan deras mengguyur. Pada Desember 2010 pemerintah telah menargetkan normalisasi kali dari debit 50 meter kubik menjadi 115 meter kubik, namun baru dapat terealisasi secara efektif tahun 2015.

Pada pertengahan bulan Agustus 2015 ini, Pemprov DKI Jakarta melakukan pengerukan secara bertahap. Pengerukan kali Pesanggrahan ditargetkan pada akhir bulan Oktober 2015. Harapannya, ketika musim penghujan tiba, air kali Pesanggrahan dapat mengalir lebih lancar dan mengurangi dampak banjir di wilayah Pesanggrahan dan Ulujami.

image1
Kali Pesanggrahan sebelum dan sesudah dibersihkan

[kembali ke menu Sungaiku]

Pembenahan Kali Ciliwung

Posted on Updated on


Apa kalian tahu kalo kali Ciliwung itu dulu adalah kali yang sangat menarik? airnya jernih dan di kelilingi rimbun pepohonan di sepanjang kali ini membentang. Seperti kalia bias lihat sendiri dalam photo di bawah ini.

Credited Museum Volkenkunde

Kali Ciliwung adalah satu kali besar dan jantung dari jakarta ini sering disebut-sebut sebagai pembawa bencana setiap tahunnya di saat-saat hujan deras karena tingkat kebersihannya yang sangat buruk. entah apa yang membenarkan penduduk sekitar untuk membuang sampah sembarangan dan tidak mau menjaga lingkungannya hingga memberikan dampak buruk bukan hanya terhadap lingkungan itu sendiri tapi juga kota-kota sekitarnya seperti Jakarta.

Setelah marathon kegiatan-kegiatan pemulihan kali Ciliwung akhinya sekarang ini warga sekeliling bantaran Kali Ciliwung kini tengah bergembira menikmati kebersihan lingkungan di sekelilingnya. Kali yang selama berpuluh tahun dikenal kumuh dan kotor itu akhirnya sekarang bersih, tidak ada lagi sampah-sampah mengapung di atas kali ataupun sampah yang tenggelam di dasar kali Ciliwung. Jika sekarang kamu berkunjung atau sekedar melewati kali ciliwung kamu juga dapat melihat dengan kepala sendiri bahwa kali ciliwung sekarang memang benar-benar bersih.

Sebelumnya, banyaknya jumlah sampah yang ada di sepanjang kali ciliwung Bogor yang akhirnya mengambat aliran air dan membuat volume kali meningkat memberikan dampak negatif bagi Jakarta dan warga disetiap musim penghujan. Setiap tahun kota Jakarta mengalami banjir kiriman dari Bogor, dengan pembenahan yang di kalukan oleh pemerintah kota Jakarta dengan bantuan TNI, Pramuka, petugas kebersihan dan warga sekitaran Kali Ciliwung akhirnya terciptalah Kali Ciliwung yang bersih.

Sebagai salah satu bukti nyata bahwa kita dapat melakukan hal mulai dari yang terkecil seperti menerapkan kebiasaan untuk tidak membuang sampah sembarangan sebagai bentuk nyata dari kita sebagai partisipasi warga Jakarta dalam rangka menjadikan Jakarta kita lebih bersih.

[kembali ke menu Sungaiku]

Melihat pulau penangkaran penyu sisik dan pohon mangrove

Posted on Updated on


Pulau Pramuka adalah salah satu pulau yang berada di dalam kepulauan Seribu, pulau ini merupakan pusat administrasi juga pusat pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Penduduk yang menempati pulau ini pun bervariatif, ada etnis Betawi, Bugis, Banten dan Madura.

Sebagai salah satu pulau yang cukup maju kita dapat lihat dari fasilitasnya yang lengkap, di sini anak-anak dapat bersekolah sampai lulus SMA tanpa harus meninggalkan pulau. Selain itu ada di sini juga ada rumah sakit, masjid, dermaga, post tempat pelelangan ikan (TPI) villa dan penginapan bagi wisatawan yang ingin bermalam.

mangroove
Penanaman hutan mangrove. Trip Pulau Seribu

Melestarikan penyu sisik, yaitu penyu yang jumlahnya mulai sedikit dan rentan punah sehingga penyu ini dilindungi. Mulai sadar akan kepentingan alam dan betapa kita sangat bergantung padanya, pulau Pramuka mulai menanam membuat hutan mangrove sebagai upaya perbaikan pertahanan pantai.

[kembali ke menu Pulauku]