JakartaBersih

Peraturan

Posted on Updated on


Beberapa Peraturan terkait kebersihan lingkungan:

Perda Provinsi DKI Jakarta No.3 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah

Larangan terkait pembuangan sampah terdapat pada Bab XXI pasal 126 yang berisi:

Setiap orang dilarang:

a. membuang sampah ke TPST dan TPA di luar jam 06.00 WIB sampai dengan jam 21.00 WIB;

b. membuang sampah ke sungai/kali/kanal, waduk, situ dan saluran air limbah;

c. membuang sampah di jalan, taman dan tempat umum;

d. membuang sampah ke TPST atau TPA tanpa izin;

e. membakar sampah yang mencemari lingkungan;

f. memasukkan dan/atau membuang sampah ke daerah;

g. membuang, menumpuk, menyimpan sampah atau bangkai binatang di jalan, jalur hijau, taman, sungai, kali, kanal, saluran air, fasilitas umum, fasilitas sosial dan tempat lainnya yang sejenis;

h. membuang sampah dari kendaraan; i. membuang sampah ke TPS menggunakan kendaraan bermotor;

j. mengeruk atau mengais sampah di TPS kecuali oleh Petugas Kebersihan untuk kepentingan dinas;

k. membuang sampah diluar tempat/lokasi pembuangan yang telah ditetapkan; l. mengelola sampah yang menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan;

m. mengangkut sampah dengan alat pengangkutan bukan peruntukan angkut sampah; dan/atau

n. menggunakan badan jalan sebagai TPS.

Sanksi administratif berlaku bagi pihak-pihak yang melanggar Perda No.3/2013 ini diatur di Bab XXII Pasal 127 – 133. Pihak-pihak tersebut meliputi perorangan, pengelola kawasan pemukiman, pengelola fasilitas umum/sosial/lainnya, pengembang bangunan dan pengelola pusat perbelanjaan/toko modern/pasar. Buka Perda No.3/2013 tentang Pengelolaan Sampah

Advertisements

Pengerukan Kali Pesanggrahan

Posted on Updated on


Kali Keuangan Di Pesanggrahan Dikeruk
Pengerukan kali di Jl. Swadarma Raya

Kali Pesanggrahan mengalir dari Kabupaten Bogor, Kota Depok, Jakarta Selatan, hingga akhirnya ke Tangerang, Banten. Jalur sungai semakin menyempit akibat pemanfaatan lahan sungai yang dilakukan penduduk secara liar. Kondisi kali sangat memprihatinkan dan juga tercemar logam berat seperti timah hitam, air raksa, dan kromium hexavalen. Dangkalnya kali Pesanggrahan akibat tumpukan sampah menjadi salah satu penyebab banjir yang tidak mampu menampung debit air ketika hujan turun.

Pada November 2012, kali Pesanggrahan meluap dengan ketinggian 1,5 meter dan merendam perumahan penduduk yang berlokasi rendah di wilayah Ulujami dan Petukangan Selatan. Setiap tahunnya, pemukiman penduduk di wilayah rendah ini selalu terkena dampak banjir ketika hujan deras mengguyur. Pada Desember 2010 pemerintah telah menargetkan normalisasi kali dari debit 50 meter kubik menjadi 115 meter kubik, namun baru dapat terealisasi secara efektif tahun 2015.

Pada pertengahan bulan Agustus 2015 ini, Pemprov DKI Jakarta melakukan pengerukan secara bertahap. Pengerukan kali Pesanggrahan ditargetkan pada akhir bulan Oktober 2015. Harapannya, ketika musim penghujan tiba, air kali Pesanggrahan dapat mengalir lebih lancar dan mengurangi dampak banjir di wilayah Pesanggrahan dan Ulujami.

image1
Kali Pesanggrahan sebelum dan sesudah dibersihkan

[kembali ke menu Sungaiku]

Pembenahan Kali Ciliwung

Posted on Updated on


Apa kalian tahu kalo kali Ciliwung itu dulu adalah kali yang sangat menarik? airnya jernih dan di kelilingi rimbun pepohonan di sepanjang kali ini membentang. Seperti kalia bias lihat sendiri dalam photo di bawah ini.

Credited Museum Volkenkunde

Kali Ciliwung adalah satu kali besar dan jantung dari jakarta ini sering disebut-sebut sebagai pembawa bencana setiap tahunnya di saat-saat hujan deras karena tingkat kebersihannya yang sangat buruk. entah apa yang membenarkan penduduk sekitar untuk membuang sampah sembarangan dan tidak mau menjaga lingkungannya hingga memberikan dampak buruk bukan hanya terhadap lingkungan itu sendiri tapi juga kota-kota sekitarnya seperti Jakarta.

Setelah marathon kegiatan-kegiatan pemulihan kali Ciliwung akhinya sekarang ini warga sekeliling bantaran Kali Ciliwung kini tengah bergembira menikmati kebersihan lingkungan di sekelilingnya. Kali yang selama berpuluh tahun dikenal kumuh dan kotor itu akhirnya sekarang bersih, tidak ada lagi sampah-sampah mengapung di atas kali ataupun sampah yang tenggelam di dasar kali Ciliwung. Jika sekarang kamu berkunjung atau sekedar melewati kali ciliwung kamu juga dapat melihat dengan kepala sendiri bahwa kali ciliwung sekarang memang benar-benar bersih.

Sebelumnya, banyaknya jumlah sampah yang ada di sepanjang kali ciliwung Bogor yang akhirnya mengambat aliran air dan membuat volume kali meningkat memberikan dampak negatif bagi Jakarta dan warga disetiap musim penghujan. Setiap tahun kota Jakarta mengalami banjir kiriman dari Bogor, dengan pembenahan yang di kalukan oleh pemerintah kota Jakarta dengan bantuan TNI, Pramuka, petugas kebersihan dan warga sekitaran Kali Ciliwung akhirnya terciptalah Kali Ciliwung yang bersih.

Sebagai salah satu bukti nyata bahwa kita dapat melakukan hal mulai dari yang terkecil seperti menerapkan kebiasaan untuk tidak membuang sampah sembarangan sebagai bentuk nyata dari kita sebagai partisipasi warga Jakarta dalam rangka menjadikan Jakarta kita lebih bersih.

[kembali ke menu Sungaiku]

Mengunjung Kepulauan Seribu melalui Dermaga Kali Adem

Posted on Updated on


IMG_4053

Dermaga Kali Adem, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan satu di antara dua akses keberangkatan dan kedatangan kapal yang resmi di DKI Jakarta. Secara umum, fasilitas di dermaga resmi Dinas Perhubungan DKI Jakarta kondisi cukup baik. Namun demikian, infrastruktur penunjang menuju pelabuhan masih belum tertata dengan baik.

Dermaga ini mulai beroperasi kembali pada 1 Agustus 2015 dimana sebanyak 42 kapal ojek yang sebelumnya bersandar di Dermaga Muara Angke akan dipindahkan ke Dermaga Kali Adem yang khusus melayani wisatawan dan warga ke Pulau Seribu. Selain itu, sistem pembayaran penumpang juga akan menggunakan mekanisme tiket dengan kapasitas penumpang yang disesuaikan dengan jumlah kursi dan perizinan kapal.

Bagi wisatawan yang menuju pulau seribu, dermaga Kali Adem ini terasa jauh lebih nyaman dibandingkan dengan dermaga Muara Angke. Dermaga ini terlihat lebih bersih dan lebih tertata walaupun masih perlu ditingkatkan lagi pemeliharaannya.

Akses menuju dermaga ini juga cukup mudah. Dari jalan utama, pengunjung dapat menggunakan odong-odong yang dimiliki oleh penduduk setempat sebagai bentuk dari permberdayaan masyarakat di sekitarnya.

[kembali ke menu Dermagaku]