Jakartaku

Aside Posted on Updated on


Jakartaku —

Kota Jakarta di sore hari
Kota Jakarta di sore hari

Jakarta adalah pusat perekonomian, budaya dan politik negara Indonesia. Ini adalah kota terpadat di Asia Tenggara dan merupakan kota terbesar kesepuluh di dunia.

Jakarta dilengkapi dengan dua bandara yaitu Bandara Soekarno-Hatta International dan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma dan juga memiliki Pelabuhan Tanjung Priok. Komuter kereta api yang menghubungkan beberapa kota lainnya dengan ibu kota ini, juga ada busway untuk seputar dalam kota.

Monumen Nasional di malam Hari
Monumen Nasional di malam
Hari

Jakarta adalah kota pusat pemerintahan dan bisnis. Hal ini jarang dilihat sebagai pusat pariwisata selain tua kota yang merupakan tujuan wisata beken. Namun otoritas Jakarta melihat kesempatan untuk mengembangkan reputasi kota ini sebagai kota layanan dan kota pariwisata. Ada banyak infrastruktur pariwisata baru, pusat-pusat hiburan, dan hotel kelas internasional dan restoran yang dibangun di Jakarta. Jakarta juga memiliki banyak tempat bersejarah dan warisan budaya.

Jakarta adalah salah satu kota produsen sampah terbanyak dampak dari begitu padatnya penduduk setiap hari nya. Di tambah dengan keinginan otoritas menjadikan Jakarta sebagai kota wisata membuat Jakarta lebih padat lagi. Dengan demikian kita harus bekerja ekstra keras lagi dalam menjaga kota ini agar tetap atau lebih bersih lagi, dan menanamkan image sebagai Kota Bersih di benak para pelancong asing ketika berjung.

Bangunanku

Aside Posted on Updated on


Bangunanku —

Kota termaju di indonesia tidak bisa kita lepaskan dengan bangun-bangunan menjulang langit yang setiap hari semakin padati kota. Mall-mall besar saling berdampingan hampir di semua titik lokasi favorit di Jakarta, menjadikan masyarakat jakarta secara tidak langsung menjadi lebih konsumtif, yang dengan demikian meningkatnya baik limbah rumah tangga ataupun limbah industri. Di halaman ini kita akan melihat seperti apa tingkat kebersihan bangunan-bangunan yang ada di Kota Jakarta.

Salah satu aset peninggalan jaman jajahan Belanda adalah Kota Tua. Lokasi yang selalu mendapatkan tempat special di hati para potographer ini memang memiliki… [baca artikel]

Walikota Jakarta Utara Satu Bpk. Rustam Effendi memungut sampah dari… [baca artikel]

[kembali ke Jakartaku]

Kontak

Aside Posted on Updated on


Jika anda memiliki saran, komplain, atau memilIki pertanyaan silahkan hubungi kami  ke alamat sebagai berikut.

Alamat:   Menara Kuningan lt.32 Jl. Rasuna

Said Kuningan Jakarta

Tell:         +62 21 7688 567

Email:      contact@jakartabersih.com

//

Laskar Hijau Penjaga Kelestarian Taman Kota

Posted on Updated on


https://youtu.be/AzQ9wlc23wY

Menjadi seorang penjaga kelestarian dan kebersihan taman memang bukanlah pekerjaan impian. Tidak sedikit orang yang meremehkan pekerjaannya, tapi itu tidak membuat para laskar hijau ini berkecil hati. Kurangnya kepedulian pengunjung akan lingkunganlah yang kadang suka membuat sedih para laskar hijau, mereka mengharapkan agar para pengunjung taman juga ikut menjaga taman agar terciptanya kenyamanan untuk semua. [kembali ke menu Tamanku]

Pantai 2

Posted on Updated on


Lorem ipsum dolor sit amet, alienum urbanitas abhorreant eu vel. Nemore gubergren scriptorem cu vim. Ad ius vidit augue necessitatibus. In eos aeque convenire, singulis quaestio platonem cum id, perpetua persequeris ne nam. Nam an dolorem delicatissimi concludaturque, vero convenire voluptatum eu eum, movet gloriatur eos te.

Sed an noluisse quaestio splendide. Has no elitr mediocrem. Cu tation graeci platonem mel, eligendi moderatius vel ne. Ius laoreet impedit te, te est oporteat accommodare. Ius eripuit efficiantur in. Doming tibique atomorum mel ei, ei his quas efficiendi, blandit contentiones vel te.

Dicta summo vitae et mei. Ad mutat labore offendit eos, at sea habeo consul vocent. Quo ei feugait quaestio delicatissimi, vivendo pertinax delicata an nec, est discere gubergren eu. Quo et novum saepe, mea corpora menandri reprimique an, deleniti adversarium ad per. Ea eum ludus discere salutandi, ne duo malis audire.

Cu omittam adipiscing theophrastus vis, usu ex alterum voluptaria. Id prompta deleniti detraxit mei, an eam munere liberavisse. Ne nec porro regione, mentitum appareat no sit, vel ex decore nominavi referrentur. Aperiri antiopam eloquentiam no vim, no mundi mollis labitur nec. Cu usu nonumy audire interesset, alii oblique repudiare vel ei.

Justo cotidieque ea mei, timeam nominavi pro at. Est case dicta ea, mei assum corpora at. Est et causae petentium, vivendum constituam cum at. No vix nonumy dissentias, at purto reque congue pro. Id doming facilisi mea, ut pro vero deseruisse. Idque clita dolorum et eos.

[kembali ke menu Pantaiku]

Dermaga Muara Angke

Posted on Updated on


Muara Angke merupakan starting point favorit bagi para wisatawan yang hendak menuju ke Kepulauan Seribu. Di Muara Angke terdapat 2 dermaga yang bisa menghubungkan anda ke Kepulauan Seribu, yaitu Dermaga Kaliadem dan Dermaga Muara Angke.

Dermaga Kaliadem telah dibahas pada artikel sebelumnya.

Dermaga Muara Angke digunakan sebagai pelabuhan perahu-perahu kayu dan ojek perahu yang menghubungkan Muara Angke-Kepulauan Seribu. Setelah bertahun-tahun kawasan ini merupakan kawasan kumuh. Beberapa permasalahan yang selama ini ada di kawasan Muara Angke di antaranya adalah terkait dengan masalah penempatan pelabuhan pendaratan ikan, tempat pelelangan ikan, pasar tradisional, pemukiman, penyelesaian sampah, terminal dan akses transportasi disekitar kawasan Perikanan Muara Angke. Selain itu, padatnya kapal yang berlabuh di Pelabuhan Muara Angke menjadikan suasana crowded dan rawan terhadap kebakaran. Begitu padatnya kapal yang bersandar terkadang menimbulkan resiko akibat keteledoran para nelayan yang membuang puntung rokok sembarangan sehingga terjadi kebakaran yang menimpa kapal-kapal mereka. Melihat kondisi pasar tradisional yang tampak begitu kumuh dan tidak beraturan. Banyak terdapat sampah-sampah yang menumpuk sehingga bisa mengganggu kenyamanan masyarakat yang berkunjung. Sampah tidak hanya terlihat di sekitar pasar, tetapi juga di jalan-jalan di sekitar tempat pengeringan ikan. Banyaknya sampah-sampah yang berserakan karena belum ada kesadaran dari masyarakat Muara Angke akan pentingnya menjaga kebersihan pasar. Mereka selama ini lebih mementingkan apa yang mereka dapatkan dari berjualan namun tidak memikirkan lingkungannya. Selain permasalahan sampah, di sekitar pelabuhan juga masih ada pembangunan lapak-lapak pedagang kaki lima, yang tidak berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Akibatnya, lapak-lapak tersebut memenuhi jalan dan menyebabkan kemacetan. Tidak jarang, lapak juga dijadikan sebagai rumah tinggal oleh pembuatnya, sehingga menyebabkan kekumuhan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Lapak-lapak ini sulit dikontrol karena di-back-up oleh preman-preman setempat yang mengambil keuntungan dari mengutip uang keamanan dan atau kebersihan dari para pedagang.

Selain dari kesadaran masyarakat setempat akan kebersihan Muara Angke, perlu ada pembenahan dermaga Muara Angke yang mendapat dukungan dari pemerintahan setempat. Meski mengingat bahwa Gubernur Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 34 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Penataan Dan Pengembangan Pelabuhan Perikanan Muara Angke. Instruksi ini sebagai landasan yuridis dan menjadi pedoman bagi SKPD dalam melaksanakan penataan di kawasan Muara Angke secara terpadu. (sumber: kompasiana)

[kembali ke menu Dermagaku]

Kumpulan berita

Aside Posted on Updated on


Di sini kamu bisa pantau berita-berita yang oleh media tentang kebersihan Kota Jakarta

Kumpulan Berita:

  • Relawan dari komunitas ‘Bersih Nyok’ memungut sampah yang mengotori kawasan Bundaran HI, Jakarta. Kampanye aksi “Jakarta Bersih Nyok” ini untuk menarik simpatik warga agar tidak… [baca berita]
  • Foto-foto kali atau sungai yang dipajang di media sosial tersebut diunggah untuk pertama kalinya oleh pemilik akun bernama Andrinov Satar. Bersama foto-foto tersebut, ia juga menuliskan, “70 tahun merdeka, baru sekarang lihat Jakarta mulai tertata dengan benar. Ini baru wolrd class city! Lanjutkan…!!!” [baca berita]
  • Kali Ciliwung di kawasan Kenari, Jakarta Pusat, sudah dirancang sedemikian rupa. Tak ada kios dan permukiman kumuh di bantaran kali… [baca berita]
  • Tumpukan sampah yang menggunung dan tak diangkut itu dipenuhi nyamuk yang berisiko mendatangkan penyakit bagi… [baca berita]
  • Pemerintah kota (pemkot) administrasi Jakarta Utara akan menertibkan lahan kosong seluas 11 hektare dari total luas lahan 26,5 hektare, di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang akan dibangun menjadi Stadion BMW… [baca berita]

Tumpukan sampah menggunung memenuhi sebagian besar lahan kosong yang nantinya akan dibangun menjadi Stadion Internasional BMW di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 18 September 2015

  • “Dulu sungainya lebar dan dalam, sekarang sempit dan dangkal tapi airnya banyak. Ditambah lagi masyarakat di bantaran itu ‘menikmati’ kalau habis masak sampahnya dibuang ke kali,” ujar Panglima Kodam Jaya, Letjen Agus Sutomo, di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (14/9)… [baca berita]

[kembali ke jakartaku]