Ajak wisatawan Pulau Tidung peduli kebersihan

Posted on Updated on


Wisatawan bersepeda menyusuri kawasan pantai di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Sabtu (13/3/2015). Keindahan pantai menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke pulau itu. KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Pulau Tidung adalah salah satu dari kepulauan seribu yang belakangan ini semakin populer sebagai salah satu tujuan wisata para wisatawan lokal. Karena selain jaraknya yang dekat dan masih di dalam kota, para wisatawanpun dapat melakukan “One Day Trip”  yang artinya warga Jakarta dan sekitarnya bisa mengunjungi pulau ini di pagi hari dan kembali lagi di sore harinya. Ada banyak yang dapat dilakukan di pulau Tidung yang antara lain bersepeda, snorkling, berenang di pantai banana boat dan tidak membutuhkan budget yang banyak menjadi alasan lain mengapa pulau ini menjadi salah satu pulau pafotive yang selalu ramai pengunjung.

Semakin banyaknya pengunjung pulau Tidung membuat pulau ini penuh dengan sampah berserakan di sekitarnya, akibat dari ulah para wisatawan yang kurang bertanggung jawab dan membiarkan sampah berserakan. Memiliki pantai yang begitu indah namun saat ini penuh dengan sampah pelastik, botol dan lain sebagainya menjadikan hamparan pasir di pantai pulau ini sekarang terlihat sangat tak terawat, seperti yang anda dapat lihat di foto di bawah ini.

Sampah di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta. KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Salah satu masalah di pulau wisata terutama pulau seribu, pulau Tidung adalah system pengelolaan sampahnya yang kurang maksimal, di pulau Tidung sendiri keterbatasan petugas kebersihan lah yang menjadi alsan utama mengapa lingkungannya kurang bersih. Dengan demikian, maka diperlukan sinergi tidak hanya dari warga pulau dan pemerintah setempat, tetapi juga kesadaran pengunjung untuk tetap menjaga lingkungan bebas sampah. Kehadiran pengunjung dengan segala aktivitasnya jelas berkontribusi meningkatnya volume sampah di pulau tersebut.

Yuk, kita rawat pulau Tidung kita!!!

[kembali ke menu Pulauku]

Jelang Lebaran Taman Impian Jaya Ancol Tambahkan Petugas Kebersihang

Posted on Updated on


Mendekati bulan Ramadhan pada tanggal 17 – 18 Juli 2015, pihak TIJA ( Taman Impian Jaya Ancol ) sudah mulai bersiap untuk menambahkan petugas kebersihannya. Dikarenakan pengalaman dari tahun tahun sebelumnya, setiap bulan Ramadhan pasti Ancol dibanjiri oleh pengunjung yang terdata pada tahun 2014 kemarin sebanyak 120 ribu pengunjung, angka tersebut hampir dua kali lipat dari pengunjung tahun sebelumnya yaitu 75 ribu pengunjung. Sudah tidak terbayang lagi jika petugas kebersihan tidak ditambahkan akan sebanyak apa sampah yang ada.

Demi kesehatan dan kenyamanan pengunjung, pihak TIJA (Taman Impian Jaya Ancol) berupaya menggalakkan dan menambahkan petugas kebersihannya, selain itu pihak TIJA juga menambahkan beberapa toilet portable. Yosef sebagai General Manajer Taman Impian Jaya Ancol telah membagi tanggung jawab kebersihan ke dalam dua wilayah yaitu Barat dan Timur yang bertujuan agar pengelolaan kebersihan berjalan lancar karena disetiap wilayah akan hanya berfokus pada wilayahnya masing masing.

Akan tetapi selain kesadaran pihak pengelola Taman Impian Jaya Ancol, dibutuhkan juga kesadaran dari masyarakatnya sendiri dalam hal menjaga kebersihan. Diharapkan agar para pengunjung juga menjaga fasilitas yang ada dan menjaga kebersihannya dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan pihak pengelola.

Petugas Kebersihan taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. www.beritajakarta.com
Petugas Kebersihan taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. http://www.beritajakarta.com

[kembali ke pantaiku]

Mengunjung Kepulauan Seribu melalui Dermaga Kali Adem

Posted on Updated on


IMG_4053

Dermaga Kali Adem, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan satu di antara dua akses keberangkatan dan kedatangan kapal yang resmi di DKI Jakarta. Secara umum, fasilitas di dermaga resmi Dinas Perhubungan DKI Jakarta kondisi cukup baik. Namun demikian, infrastruktur penunjang menuju pelabuhan masih belum tertata dengan baik.

Dermaga ini mulai beroperasi kembali pada 1 Agustus 2015 dimana sebanyak 42 kapal ojek yang sebelumnya bersandar di Dermaga Muara Angke akan dipindahkan ke Dermaga Kali Adem yang khusus melayani wisatawan dan warga ke Pulau Seribu. Selain itu, sistem pembayaran penumpang juga akan menggunakan mekanisme tiket dengan kapasitas penumpang yang disesuaikan dengan jumlah kursi dan perizinan kapal.

Bagi wisatawan yang menuju pulau seribu, dermaga Kali Adem ini terasa jauh lebih nyaman dibandingkan dengan dermaga Muara Angke. Dermaga ini terlihat lebih bersih dan lebih tertata walaupun masih perlu ditingkatkan lagi pemeliharaannya.

Akses menuju dermaga ini juga cukup mudah. Dari jalan utama, pengunjung dapat menggunakan odong-odong yang dimiliki oleh penduduk setempat sebagai bentuk dari permberdayaan masyarakat di sekitarnya.

[kembali ke menu Dermagaku]

Walikota Jakarta Utara pungut sampah

Posted on Updated on


Walikota Jakarta Utara Satu Bpk. Rustam Effendi memungut sampah dari lantai halaman kantor nya pada hari Kamis, 26 Maret 2015 lalu. Memberikan contoh kepada para bawahannya dan juga jajaran organisasi Gerakan Pungut Sampah.

image

[kembali ke menu Bangunanku]

Lestarikan Kota Tua di mulai oleh kamu sendiri

Posted on Updated on


Salah satu aset peninggalan jaman jajahan Belanda adalah Kota Tua. Lokasi yang selalu mendapatkan tempat special di hati para potographer ini memang memiliki kekhasan-nya tersendiri, bangunan-bangunan di sekitar Kota Tua bergaya klasik Belanda yang sangat menawan.

Selain itu adanya museum di sini menarik para siswa dan siswi sekolah-sekolah baik dari kota Jakarta maupun dari luar kota, mereka datang untuk melihat bukti nyata dan sejarah tempo dulu Kota Tua seperti apa.

Ternyata banyak wisatawan mancanegara yang ketika mereka datang ke Jakarta mereka mengunjungi Kota Tua ini, mereka ingin melihat secara langsung tempat yang bersejarah bagi Indonesia juga mengabadikan momen tersebut dengan berfoto ria di sekitaran kota ini.

Selalu ramai disinggahi penunjung terutama di akhir pekan setiap minggunya menjadikan Kota Tua seperti mesin produksi sampah, orang meninggalkan sampahnya sembarangan dan kemudian tertiup angin mengakibatkan banyak sampah berserakan di mana-mana seperti yang anda bisa lihat di bawah ini.

image

Demi melestarikan aset sejarah kita yang satu ini, Jakartaku bersih mengajak para pembaca untuk paling tidak untuk tidak membuang sampah ketika berkunjung ke Kota Tua, lebih baik lagi jika anda membantu mengurangi sampah yang berserakan dengan memindahkannya ke tempat2 sampah yang tersedia.

[kembali ke menu Bangunanku]

Tamanku

Posted on Updated on


Sebagai Ibu Kota dari Indonesia Kota Jakarta adalah kota yang cukup maju infrastrukturnya, banyak terdapat bangunan, jalanan umum untuk pejalan kaki, toilet umum, taman dan lain sebagainya. Yang akan kita bahas di halaman ini adalah taman-taman yang berada di kota Jakarta, ternyata ada banyak di sekitar Jakarta ini.

Kawasan Menteng cukup terkenal sebagai kawasan yang memiliki banyak taman, diantaranya Taman Suropati, Taman Lawang, Taman Ceut Mutia dan Taman Menteng. Taman Menteng yang sekarang menjadi pilihan banyak warga Jakarta untuk bersantai, ternyata dulunya adalah… [baca artikel]

Menjadi seorang penjaga kelestarian dan kebersihan taman memang bukanlah pekerjaan impian. Tidak sedikit orang yang meremehkan pekerjaannya, tapi itu tidak membuat para laskar hijau ini berkecil hati. Kurangnya kepedulian pengunjung akan lingkunganlah yang kadang suka membuat… [baca artikel]

[kembali ke Jakartaku]

Sungaiku

Posted on Updated on


Kota Jakarta dilintasi 13 sungai antara lain Kali Mookevart, Angke, Pesanggarahan, Grogol. Krukut, Baru Barat, Ciliwung, Baru Timur, Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat dan Kali Cakung. Sungai-sungai tersebut pada akhirnya bermuara di teluk Jakarta. Ada yang bermuara ke laut, ada pula yang terhubung dengan Kanal Banjir  Barat, Kanal Banjir Timur, Cengkareng Drain, dan Cakung Drain.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, hampir semua sungai di ibu kota bersih dari sampah. Hal itu tak lepas dari kebijakan Pemprov DKI yang menempatkan petugas untuk menjaga kebersihan sungai.

Kali Ciliwung adalah satu kali besar dan jantung dari jakarta ini sering disebut-sebut sebagai pembawa bencana setiap tahunnya di saat-saat hujan deras karena tingkat kebersihannya yang sangat buruk. entah apa yang membenarkan… [baca artikel]

Kali Pesanggrahan mengalir dari Kabupaten Bogor, Kota Depok, Jakarta Selatan, hingga akhirnya ke Tangerang, Banten. Karena sempitnya jalur sungai akibat pemanfaatan lahan sungai yang dilakukan penduduk secara liar. Kondisi kali sangat memprihatinkan dan juga tercemar logam berat seperti timah hitam, air raksa, dan kromium hexavalen. Hal ini disebabkan… [baca artikel]

[kembali ke Jakartaku]

Pulauku

Posted on Updated on


Tidak lepas dari identitasnya sebagai negara kepulauan, Jakarta Ibu Kota dari Indonesia juga dikelilingi oleh banyak pulau-pulau kecil, yang menurut catatan Pemerintah Daerah jumlah pulau di Kepulauan Seribu ada sebanyak 342 pulau. Jumlah tersebut termasuk juga di dalamnya pulau-pulau yang takberpenduduk dan sekitar 158 pulau adalah pulau yang berbentuk gundukan pasir dan terumbu karang.

Pulau Tidung adalah salah satu dari kepulauan seribu yang belakangan ini semakin populer sebagai salah satu tujuan wisata para wisatawan lokal. Karena selain jaraknya yang dekat dan masih di dalam kota, para wisatawanpun dapat melakukan “One Day Trip”  yang artinya warga Jakarta dan sekitarnya bisa mengunjungi pulau ini di pagi hari dan kembali lagi di sore harinya. Ada banyak yang dapat dilakukan di pulau Tidung yang antara lain bersepeda, snorkling, berenang di pantai banana boat… [baca artikel]

Mulai sadar akan kepentingan alam dan betapa kita sangat bergantung padanya, pulau Pramuka mulai menanam membuat hutan mangrove sebagai upaya perbaikan pertahanan pantai. [baca artikel]

Setelah satu tahun berjalan para pekerjanya sudah mulai hafal dengan jenis-jenis sampah. Contohnya, di musim penghujan mereka harus siap-siap dengan membeludaknya sampah pelastik yang terbawa oleh arus banjir dari dalam kota. [baca artikel]

[kembali ke Jakartaku]